Dengan dokumen yang ada, dengan simbol-simbol yang ada, barang bukti yang ada, mereka dapat dikategorikan," ujar Boy di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016). Boy menuturkan, keikutsertaan mereka dengan ISIS berawal dari keinginan untuk berjuang seperti orang-orang yang ada di negara islam di Irak dan Suriah itu. "Walaupun mungkin derajat keterlibatannya lebih diawali dengan rasa simpati ingin ikut berjuang seperti orang-orang yang ada di Suriah, di Irak. J atau Johanda merupakan pelaku yang meledakkan bom di depan gereja yang juga merupakan residivis kasus terorisme. Satu barang bukti yang ditemukan yakni bendera ISIS serta sejumlah barang yang terkait tindak terorisme.
Source: Kompas November 20, 2016 11:36 UTC