REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) MPR Saleh Partaonan Daulay berpendapat, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam kapasitasnya selaku Panglima TNI merupakan simbol pertahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, penolakan kedatangan Panglima TNI tidak boleh dianggap remeh. Sebelumnya, Panglima TNI diundang menghadiri acara pertemuan para panglima angkatan bersenjata tentang organisasi teroris atau "Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization" (VEOs) yang akan dilaksanakan pada 23-24 Oktober di Washington DC. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan, Panglima TNI beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan. "Kemudian pada Sabtu (21/10), Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, tetapi beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," jelas Wuryanto.
Source: Republika October 24, 2017 08:15 UTC