YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasca pertunjukan bermuatan satire politik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta akses komunikasi telepon seluluer milik seniman, Butet Kartaredjasa diretas dan dilumpuhkan. Mengenai kejadian tersebut, Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid mengatakan, jika hal itu benar terjadi, makan hal tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi. Sebagaimana diketahui, dugaan yang berkembang, bahwa pelumpuhan akses komunikasi Butet itu disinyalir masih berkaitan dengan dugaan intimidasi saat Raja Monolog asal Yogyakarta itu akan menggelar pentasnya pada 1 Desember 2023. “Kalau memang benar kejadian itu upaya yang disengaja, maka hal itu sangat berbahaya bagi kehidupan demokrasi,” kata Yenny Wahid di Yogyakarta, Minggu (10/12/2023). Meski demikian, Yenny juga mengatakan pemutusan akses komunikasi seseorang di era yang serba terbuka saat ini tidak akan terlalu banyak berpengaruh.
Source: Koran Tempo December 11, 2023 03:30 UTC