Pembicaraan yang disponsori Rusia dan Turki itu dijadwalkan digelar di Kazakhstan, tetapi pekan lalu pemberontak membekukan rencana itu karena serangan terus-menerus pasukan pemerintah. Assad juga membela manuver tentaranya yang berusaha merebut kembali Wadi Barada, sebuah lembah dekat Damaskus yang merupakan sumber air terbesar bagi ibu kota Suriah itu. Dalam wawancaranya itu, Assad bahkan menyatakan bersedia lengser dari jabatannya sebagai presiden. Posisi Assad dalam perang saudara ini kembali di atas angin setelah kesuksesannya merebut kembali kota Alepo bulan lalu. Setelah hampir enam tahun, perang saudara yang rumit di Suriah telah menewaskan lebih dari 400.000 orang dan mengakibatkan separuh dari penduduk negeri itu kehilangan tempat tinggal.
Source: Kompas January 09, 2017 09:32 UTC