Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Badan Bahasa dan Sastra (Bahasa) Sabah, Malaysia, Datuk Jasni Matlani menilai, pemberian penghargaan “Sastra untuk Kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN” kepada penggagas puisi esai, Denny JA karena telah memberi sumbangan besar bagi dunia sastra. Ia mendekatkan sastra kepada khalayak yang lebih luas melalui genre puisi esai,” ujar Jasni dalam keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Jasni menjelaskan, puisi esai bukan saja menjadi cara baru sastra berkomunikasi dengan khalayak, tetapi lebih penting lagi tema puisi esai itu kental dengan isu kemanusiaan, seperti soal masyarakat tanpa diskriminasi. “Tema yang diangkat di banyak puisi esai bukan saja sesuai dengan kondisi Indonesia, tapi juga sesuai dengan kultur Asia Tenggara,” tambah Jasni. Bahkan, para penyair dari sejumlah negara ASEAN sudah mengekspresikan hubungan antar kultur, masyarakat, dan negara, dalam puisi esai.
Source: Suara Pembaruan March 15, 2020 14:15 UTC