TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengkritik penggunaan anggaran kegiatan pendukung yang justru lebih besar ketimbang kegiatan inti. Dia mencontohkan anggaran pemulangan tenaga kerja Indonesia di Kementerian Tenaga Kerja yang mencapai Rp 3 miliar. Menurut Jokowi, model penggunaan anggaran seperti itu banyak terjadi di kementerian/lembaga. Hal tersebut terjadi semenjak pembuatan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL), di mana anggaran kegiatan pendukung justru lebih besar ketimbang kegiatan inti. Menurut dia, model perencanaan anggaran seperti itu tidak bakal membuat hasil yang maksimal.
Source: Koran Tempo December 06, 2017 11:26 UTC