JawaPos.com - Kenaikan cukai rokok sebesar 10,04 persen pada 2018 mendatang, diprediksi bakal berdampak signifikan terhadap produksi lokal. Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Hasan Aony Aziz mengatakan, dalam tiga tahun terakhir produksi rokok terus mengalami tren penurunan. Hingga bulan ini saja, kata dia, produksi rokok baru tercapai 77 persen dari target 331,6 miliar batang. Kalau 342 miliar batang, maka akan jadi 335,6 miliar batang," jelas dia. "Situasi sekarang, pasar tidak bersahabat produksi, sehingga dengan 342 miliar batang, kalau (produksi) bisa sama saja bagus, tapi kami pesimis.
Source: Jawa Pos October 24, 2017 11:48 UTC