REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menilai dinamika terbaru antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Iran bukanlah gencatan senjata, melainkan jeda strategis dalam negosiasi yang masih sarat ketegangan. Menurut Dina, keputusan Trump membatalkan serangan besar-besaran terhadap Iran hanya 90 menit sebelum tenggat menunjukkan adanya perubahan kalkulasi politik dan militer dari pihak AS. Jika sebelumnya AS mengajukan 15 poin tuntutan, kini Iran justru berada di posisi memaksakan 10 poin kehendaknya dalam meja perundingan. Dina menilai, langkah Trump membuka ruang dialog bisa menjadi jalan keluar politis tanpa harus mengakui kekalahan secara terbuka. Dina menegaskan, belum ada kepastian apakah Trump akan memenuhi tuntutan tersebut atau kembali melanjutkan eskalasi militer.
Source: Republika April 08, 2026 14:44 UTC