JawaPos.com – Pemerintah Malaysia sejak 2011 sudah menjalankan proyek laptop chromebook melalui program 1BestariNet. Mengenai terhentinya itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji menuturkan kegagalan membayangi Indonesia yang juga tengah melaksanakan pembuatan laptop chromebook lokal ini. Sebagai informasi, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan terdapat enam produsen dalam negeri akan membuat laptop chromebook. Para produsen akan memproduksi laptop tersebut pada 2022 mendatang. “Keenam produsen dalam negeri ini akan membantu memproduksi ratusan ribu laptop pada tahun 2022,” ujar dia dalam webinar Google for Education, Selasa (3/8).
Source: Jawa Pos August 09, 2021 05:03 UTC