REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dialog Kebangsaan memiliki arti penting dan strategis mengingat belakangan ini, bangsa Indonesia tengah mengalami ujian yang dapat mengganggu rasa, semangat dan jiwa persaudaraan kebangsaan Indonesia. Menko PMK menjelaskan, Indonesia dengan kondisi keberagaman dan sebagai bangsa yang besar, sejak awal para Pendiri Bangsa Indonesia telah sepakat untuk menetapkan Negara Indonesia Merdeka sebagai Negara Ketuhanan sebagaimana terdapat dalam sila pertama Pancasila. “Saya juga mengajak jajaran pengurus NU dan PWNU di semua daerah dapat bersinergi dengan Kelompok Kerja Revolusi Mental dalam mengupayakan pembentukan karakter bangsa yang merupakan kerja tanpa henti selama Republik ini ada,” kata Puan. Agama, tambahnya, dalam Pembangunan Manusia dan dan Kebudayaan, memberikan landasan etik dan moral dalam membangun Jiwa Gotong Royong untuk menjadikan Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” lanjut Menko PMK. “Siapapun dan apapun agamanya, kalau untuk kepentingan bangsa dan negara kita harus bersatu,” ujar Menko PMK lagi.
Source: Republika February 12, 2017 10:12 UTC