Meskipun Trump mengumumkan “tarif impor global” sebesar 10 persen, Faisal menegaskan penting bagi Indonesia untuk kembali mencermati sejumlah poin dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dinilai tidak menguntungkan. Sebelumnya, Mahkamah Agung AS memutuskan membatalkan sejumlah kebijakan tarif global Trump. Faisal mengatakan Indonesia juga harus jeli mengingat perkembangan putusan tersebut masih sangat dinamis dan belum pasti. Adapun tarif impor menjadi salah satu pilar utama agenda “America First” Presiden Trump. Langkah tersebut juga dianggap dapat memberi posisi tawar lebih kuat bagi AS saat merundingkan konsesi dengan negara-negara mitra dagangnya.
Source: Republika February 21, 2026 14:05 UTC