Radikalisme Jadi Bahasan Jambore Penyuluh Agama Islam Jawa TimurSelasa, 25 Juli 2017 | 08:57 WIBPuluhan ribu warga Sukoharjo yang didominasi pelajar SLTA dan orgnisasi masa berkumpul di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, 29 Juli 2016. Bram Selo Agung/TempoTEMPO.CO, Lumajang - Kabupaten Lumajang menjadi tuan rumah Jambore Penyuluh Agama Islam se-Jawa Timur, Senin-Rabu, 24-26 Juli 2017 dengan salah satu isu yang dibahas soal radikalisme. Baca : Presiden Jokowi: Islam Radikal Bukan Islamnya IndonesiaJambore Penyuluh Agama Islam yang baru pertama digelar di Jawa Timur ini diikuti oleh lebih dari 300 penyuluh agama Islam dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. "Saya menyambut baik penyuluh yang juga ikut perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat khususnya bidang perekonomian," ujarnya. "Ironisnya kemiskinan selalu diatas rata-rata," kata dia soal topik di Jambore Penyuluh Agama Islam yang membahas topik-topik radikalisme dan kemiskinan tersebut.
Source: Koran Tempo July 25, 2017 01:52 UTC