Reog Ponorogo, Nyaris "Tamat" pada 1965 hingga Diklaim Negara Lain - News Summed Up

Reog Ponorogo, Nyaris "Tamat" pada 1965 hingga Diklaim Negara Lain


Satu grup reog biasanya terdiri dari seorang warok tua, sejumlah warok muda, penari jathilan, penari Bujangganong, dan Prabu Klono Sewandono. Menyusul kemudian sebuah karangan berbentuk kepala macan yang mengaum karena "diinjak" seekor burung merak yang sedang mengembangkan sayapnya. Baca juga: Saat Reog Ponorogo Pukau Para Siswa dan Guru di Australia..Melansir Harian Kompas, 13 Januari 1972, ada banyak versi mengenai asal-usul kesenian reog Ponorogo. Salah satunya bermula dari kisah Kelana Sewandana, raja di Banter Angin (sekarang Ponorogo) yang ingin mempersunting Putri Kediri Dewi Dyah Ayu Sangga Langit. Orang yang mendapat tugas untuk meminang putri Kediri itu adalah Bujangganong yang berasal dari Kediri.


Source: Kompas July 05, 2020 00:56 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */