REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar, yang baru saja menyelesaikan proses pembangunan tahap pertama, masih kesulitan air bersih, sehingga Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan ahli teknik lingkungan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. "Air di wilayah tersebut payau sehingga selama ini masyarakat sekitar mengandalkan dan sangat bergantung dari air tadah hujan," kata Ketua Tim Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar Ichsan Thalib melalui siaran pers di Jakarta, Senin (7/8). Tim akan melakukan studi lanjutan untuk mengatasi permasalahan kesulitan air bersih di wilayah sekitar Rumah Sakit Indonesia di Myanmar. Rumah Sakit Indonesia di Myanmar adalah program kerja sama MER-C dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang didukung Pemerintah Indonesia. Rumah Sakit Indonesia di Myanmar diharapkan dapat menjadi salah satu diplomasi kemanusiaan dalam bidang kesehatan yang dapat mendorong terciptanya perdamaian bagi warga Muslim dan Budha di negara tersebut.
Source: Republika August 07, 2017 17:03 UTC