Para demonstran Irak bentrok dengan pasukan keamanan Irak selama protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung di Nassiriya, Irak 28 November 2019. [REUTERS / Stringer]TEMPO.CO, Jakarta - Rumah ulama Syiah pendukung protes antipemerintah Irak dibom dan 12 pendemo ditembak mati oleh penyerang tak dikenal. Ambulans tiba di Lapangan Tahrir setelah orang-orang bersenjata menembaki demonstran anti-pemerintah Irak. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas kekerasan itu, dan dengan pasukan keamanan Irak ditarik, tidak jelas siapa yang bisa memerintahkannya. Perdana menteri adalah panglima tertinggi, dan tanpa kepemimpinannya tidak jelas siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atau menentukan perintah pasukan keamanan Irak.
Source: Koran Tempo December 08, 2019 03:56 UTC