HappyInspireConfuseSadJakarta: DI tengah kondisi disrupsi teknologi yang menuntut dilakukannya pengembangan sumber daya manusia (SDM), Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) mendorong mahasiswa vokasi untuk selalu adaptif.Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Eko Cahyanto dalam wisuda nasional bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), Politeknik dan Akademi Komunitas di lingkungan Kementerian Perindustrian 2020 yang digelar daring. "SDM industri harus adaptif dalam kondisi saat ini, di tengah disrupsi teknologi dan pandemi covid-19 yang mengubah banyak hal dari kehidupan kita," ujar Eko yang dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 29 Noveber 2020.Eko menuturkan serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja menurun selama setahun belakangan ini. Pada 2019 serapan lulus pendidikan vokasi sebesar 81,89 persen untuk SMK dan 51,91 persen untuk perguruan tinggi. "Untuk lulusan Politeknik dan Akademi Komunitas, rata-rata telah terserap baik bekerja di industri, kuliah lanjut dan menjadi wirausaha sebesar 47,85 persen atau sebanyak 1.850 orang," jelas Eko.Hingga tahun-tahun mendatang, Eko menyebut, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan pemuda-pemudi produktif bakal mendominasi penduduk Indonesia. "Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor," pungkas Eko.
Source: Media Indonesia November 29, 2020 11:03 UTC