shutterstock.comTEMPO.CO, Tulungagung - Sikap masyarakat kerap menganggap enteng serangan jantung sebagai masuk angin ataupun maag menjadi pemicu tingginya risiko kematian penyakit ini. Lihat Saja MatanyaDia menjelaskan serangan jantung yang terjadi selama ini kerap terkamuflase dengan masuk angin atau angin duduk, kurang tidur, dan sakit perut. “Anggap semua keluhan dada dan perut atas sebagai serangan jantung, hingga dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” pesan Supriyanto. (Baca :70 Persen Pasien Kanker Paru Stadium Lanjut, Ini Sebabnya)Bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya, RSUD Dr Iskak telah memiliki layanan penanganan serangan jantung yang mutakhir. Program Public Safety Centre (PSC) yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah mampu menekan angka kematian serangan jantung hingga 50 persen.
Source: Koran Tempo March 25, 2017 13:41 UTC