Tidak semua orang yang tertular HIV/AIDS tunjukkan gejala AIDS dan tidak semua waga Pati pernah lakukan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS"Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati mendorong agar masyarakat terbuka jika menemui gejala-gejala yang mengarah kepada penyakit HIV/AIDS. Pernyataan anggota dewan itu jelas tidak akurat karena:Pertama, orang-orang yang tertular HIV/AIDS tidak otomatis menunjukkan gejala-gejala, tanda-tanda atau ciri-ciri yang khas AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan mereka sebelum masa AIDS (secara statistik masa AIDS terjadi antara 5-15 tahun setelah tertular HIV/AIDS jika tidak jalani pengobatan dengan obat antiretroviral/ART). Kedua, tidak semua orang di dalam suatu masyarakat, dalam hal ini warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), pernah atau sering melakukan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS. Maka, yang dminta terbuka bukan masyarakat, tapi orang-orang atau warga yang pernah atau sering melakukan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS. Seseorang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS, jika melakukan salah satu atau beberapa perilaku seksual dan noseksual berisiko berikut, yaitu:(1).
Source: Jawa Pos October 14, 2022 04:20 UTC