REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Pakar Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku/Kepala Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia Turro Wongkaren, Ph.D mengatakan menjaga jarak menjadi protokol kesehatan 3M yang paling sulit diterapkan. "Sejauh ini kita bersyukur mayoritas masyarakat yang kita pantau dengan aplikasi baru PeduliLindungi sudah melakukan protokol kesehatan dengan baik, tetapi tergantung daerahnya. Oleh karena itu, ia mengatakan setiap orang harus memahami hal yang sama soal menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Susahnya, katanya, jika secara struktural ada orang di sekitarnya sehingga sulit menjaga jarak. Orang Indonesia suka menjaga perasaan sehingga jarang secara langsung meminta seseorang untuk menjaga jarak.
Source: Republika November 05, 2020 11:25 UTC