Masyarakat Damaskus pun gemar berwakaf untuk membangun sekolah, RS, dan masjid. Waktu mencapai Damaskus, cendekiawan Muslim yang juga seorang pelancong dari Maroko, Ibnu Batutta, mengungkapkan bahwa ia terpana dengan banyaknya lembaga amal. Di sepenggal akhir masa hidupnya, dokter terkenal di Damaskus, Muhaddab Eddin Al-Dawhar, yang tak memiliki keturunan, mengubah rumahnya yang terletak di sebelah selatan Masjid Umayyah menjadi madrasah sebagai pusat belajar kedokteran. Selama kunjungannya di Damaskus, pelancong lainnya, Ibnu Jubair, menuturkan banyak fasilitas yang tersedia bagi pelajar dan pengunjung di Masjid Umayyah. Ia bahkan mendorong para pelajar dari Spanyol untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan menuju ke timur untuk belajar di Damaskus.
Source: Republika April 17, 2019 10:07 UTC