Sejalan dengan pembaruan di Istanbul, sejak paruh kedua abad ke-19, pembaruan ala tanzimat Ottoman (dilancarkan sejak awal abad ke-19 oleh Sultan Mahmud II) juga diperkenalkan di Libya. (Baca: Jejak Sejarah Islam di Libya)Di bagian timur, walaupun diperintah secara otonom oleh para pemimpin Tarekat Sanusiah, pembaruan juga berjalan sebanding dengan di bagian barat. Para pemimpin Sanusiah menentang habis-habisan upaya perluasan Perancis di selatan Libya dan kemudian juga penyerbuan Italia atas Libya. Kendati demikian, Italia berhasil merebut pusat pusat pemerintahan dan kota-kota utama di Libya pada 1911, sehingga pihak Ottoman menyatakan mundur dari Libya pada 1912. Namun, para pemimpin Sanusiah tetap merasa menguasai Libya dan baru pada 1934, setelah perang berkepanjangan dan kejam, Libya dapat dikuasai sepenuhnya oleh Italia.
Source: Republika October 24, 2016 12:22 UTC