REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Rusia semakin yakin dengan komitmennya untuk memperkuat Suriah, setelah misil-misil yang diluncurkan angkatan bersenjata Amerika Serikat (AS) menghancurkan pangkalan udara Suriah. Pemerintah AS mengklaim, pangkalan udara Suriah yang diserang telah digunakan untuk meluncurkan senjata kimia yang menyerang wilayah barat laut Suriah. Rusia, yang mendukung Presiden Bashar al-Assad, mengutuk keras serangan udara yang dilancarkan AS kepada pangkalan militer Suriah. Pemerintah Suriah sendiri menepis tudingan bahwa mereka menggunakan gas beracun yang menyerang saraf dalam konflik yang terjadi. Hanya saja, masih sulit bagi Rusia untuk menutup pintu ketika musuh terlanjut mendobraknya.
Source: Republika April 07, 2017 18:22 UTC