Begitulah peribahasa yang dapat dialamatkan kepada MS, 19, siswi SMA Negeri 1 Benteng, Bengkulu. Setelah tindakannya yang mengunggah video di Tiktok yang bernada minor terhadap Palestina mendapat tindakan tegas dari sekolah, kini dia mengalami perundungan (bullying) di lingkungannya. Kondisi terakhir yang kami dapatkan, yang bersangkutan mendapatkan stigma dan perundungan (bullying) dari lingkungan sekitarnya. Kepala SMA Negeri 1 Benteng Eka Syaputra mengklaim hanya mengembalikan pembinaan terhadap MS kepada orang tua. Sikap itu sama saja merampas hak MS untuk mendapat pendidikan yang layak.
Source: Jawa Pos May 21, 2021 11:03 UTC