Mereka berhasil menyisihkan puluhan tim yang menjadi perwakilan pelajar dari berbagai daerah pada ajang debat bahasa Indonesia di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. Asian parliamentary system atau metode yang biasa digunakan saat debat bahasa Inggris tersebut ternyata diadopsi dalam debat bahasa Indonesia. ”Memang yang dikirim atau mewakili debat bahasa lalu adalah tim yang keren,” sambung Galuh. Dalam debat bahasa itu, mereka tidak diperkenankan membawa atau membuka handphone atau membawa apa saja yang bisa menjadi sumber materi tim. ”Jadi, waktu debat itu saling pelotot biasa, tapi setelah debat selesai, ya guyon bersama,” terangnya lantas tertawa dengan diikuti Putri dan Lina.
Source: Jawa Pos January 17, 2017 07:30 UTC