Dia menuturkan, kejuaraan yang diikuti sesuai standar dan lawan-lawannya juga punya materi berstandar nasional. ’’Ada beberapa pemain nasional yang jadi lawan kami, jadi tidak ada masalah,’’ katanya. ’’Percuma latihan, tapi tidak ada praktiknya. Pada empat kejuaraan itu, Petro berhasil masuk final. Asli binaan kami,’’ tegas pria yang menjadi pelatih di Petro sejak 1987 tersebut.
Source: Jawa Pos October 25, 2017 13:07 UTC