"Siapa yang bikin kerok itu, itu merusak agama Islam," kata Menhan Ryamizard, di Jakarta, Jumat (11/11). Terkait dengan adanya aktor-aktor politik yang menunggangi unjuk rasa itu, Menhan Ryamizard mengatakan masih perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut karena bangsa Indonesia menganut asas praduga tidak bersalah. "Tumpangan itu kita lihat, karena ada intelijen atau apa itu kita lihat apa, jangan menafsirkan masing-masing, boleh kita berdiskusi tapi menafsirkan menyebarluaskan itu yang tidak benar, fitnah lagi. Sebelumnya, Istana Kepresidenan melalui Staf Khusus Presiden Johan Budi angkat bicara terkait aktor politik yang diduga menggerakkan aksi pada 4 November 2016. Tentu Presiden tidak asal bicara, tentu sudah mendapat masukan dari pembantunya bahwa ada yang mencoba," katanya, di Jakarta, Kamis (10/11).
Source: Republika November 11, 2016 16:36 UTC