JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bakal memanggil perwakilan Facebook Indonesia. Hal tersebut masih terkait peredaran video aksi teror penembakan brutal di masjid di Christchurch, Selandia Baru. Tapi peredaran video itu paling banyak ditemukan di Facebook. Oleh karenanya, Kemenkominfo menyebut mereka akan memanggil Facebook Indonesia untuk menanyakan mengapa masih banyak video bermuatan radikalisme dan terorisme itu beredar di platform mereka. Semmy menjelaskan, maraknya video penembakan ini karena banyaknya varian video tersebut yang sudah diedit sehingga menyulitkan mesin Ais mendeteksi peredarannya.
Source: Jawa Pos March 21, 2019 09:25 UTC