Eli mengatakan warga yang berbondong-bondong ke kali untuk keramas biasanya berangkat satu hari memasuki bulan suci Ramadan. Dari anak-anak sampai orang dewasa laki maupun perempuan semua melakukan tradisi keramas," katanya. Eli pun mengakui bersama keluarga juga tidak ketinggalan untuk melakukan tradisi keramas di kali Gunung Petung. Tradisi keramas itu sendiri merupakan tradisi turun menurun yang kemudian dilanjutkan oleh warga sekitar. Kalau saya sama keluarga biasanya subuh keramas, pas paginya kami sekeluarga ziarah ke makam bersama tetangga lainnya," kata dia.
Source: Koran Tempo May 01, 2019 15:00 UTC