JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi pada instrumen Surat Berharga Negara ( SBN). Hal itu dilakukan untuk menjawab kekhawatiran berbagai pihak tentang kepemilikan asing yang mendominasi total SBN sehingga dapat menimbulkan capital outflow dan mengancam stabilitas perekonomian. (Baca juga: Kepemilikan Asing di SBN Diprediksi Terus Meningkat)Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut dominasi kepemilikan asing pada SBN telah berlangsung sejak 2014 hingga Juni 2017. Menanggapi hal itu, Sri Mulyani memaparkan bahwa secara umum jumlah investor ritel yang membeli SBN memang meningkat setiap tahun, terutama sejak diterbitkannya SBN ritel tahun 2006. "Ibu rumah tangga juga telah mengenal dan berinvestasi pada SBN, sekitar 13 sampai 16 persen," tutur Sri Mulyani.
Source: Kompas March 24, 2018 05:48 UTC