JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa gejolak perekonomian dunia masih belum usai pada depan karena kontraksi yang sangat dalam sepanjang masa pandemi Covid-19. Bahkan, Ia memaparkan, ada kontraksi ekonomi yang cukup dalam hingga minus 8,3 persen. “Oleh karena itu Eropa memang mengalami kontraksi sangat dalam tahun ini yang diperkirakan mencapai 8,3 persen. Sementara, di Indonesia sendiri akan berasa di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 2,2 persen. “Dalam hal ini menjadi range yang kementerian keuangan melihat terutama sampai dengan minggu kedua bulan Desember ini yaitu outlook kita di -1,7 persen hingga minus 2,2 persen,” pungkasnya.
Source: Jawa Pos December 21, 2020 07:52 UTC