JAKARTA, KOMPAS.com - Ada perbedaan gaya kampanye calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dengan calon wakil gubernur pasangannya, Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilkada DKI 2017. Jika model kampanye Djarot masih sama dengan putaran pertama, Ahok kini mengubah cara kampanyenya menjadi lebih senyap atau silent. Selama masa kampanye putaran kedua ini, kata Eva, Ahok telah menemukan sejumlah masalah mendesak warga yang butuh penyelesaian cepat. Pada putaran pertama Pilkada DKI, Ahok mengisi masa kampanyenya dengan menemui warga. Meski Djarot juga sempat dapat penolakan ketika blusukan, dia tetap melakoni model kampanye yang sama pada putaran kedua ini.
Source: Kompas March 17, 2017 10:18 UTC