TEMPO.CO, Jakarta - Ular bergerak dengan membuat badannya berkelak kelok untuk mendapatkan daya dorong saat berada di darat atau melalui air. Tapi kenapa ular jenis tertentu tetap melakukannya saat berada di udara, ketika meluncur dan berpindah lokasi dari sebuah pohon? Menganalisis gerakan ular itu, para penelitinya menemukan kalau di pertengahan melayang di udara ular-ular itu membuat gerakan mirip gelombang dengan tubuhnya baik horizontal maupun vertikal. Para peneliti itu lalu membangun model digital 3D untuk simulasi gerakan melayang ular-ular itu dan melihat efek apa yang dihasilkan gerakan bak gelombang itu terhadap daya melayang. Tapi dengan gerakan itu, sebagian besar simulasi menunjukkan daya melayang yang stabil.
Source: Koran Tempo July 04, 2020 09:11 UTC