Sudan menyepakati prinsip pemisahan agama dan negaraREPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM -- Pemerintah transisi Sudan setuju untuk memisahkan agama dari negara. Dilaporkan laman Bloomberg, Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dan pemimpin kelompok pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara Abdel-Aziz al-Hilu telah menandatangani sebuah deklarasi yang mengadopsi prinsip pemisahan tersebut di Addis Ababa, Ethiopia pada Kamis (3/9) lalu. Hal itu meningkatkan harapan diakhirinya pertempuran yang melanda Darfur dan bagian lain Sudan. Pada Agustus lalu pemerintahan transisi Sudan menyatakan siap bekerja sama dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki kasus dugaan kejahatan perang dalam konflik tersebut. Setelah masa transisi berakhir, Sudan akan menggelar pemilu dan membentuk pemerintahan baru.
Source: Republika September 06, 2020 17:26 UTC