Di negeri +62 ini, dalam laman detik.com (4/9/2020) Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan biaya uang muka pengadaan vaksin Corona dari Tiongkok sudah tersedia Rp 37 triliun. Jangankan vaksin Corona yang diprediksi tidak merata bagi warga +62, di belahan bumi lainnya, masih banyak anak yang tidak mendapatkan hak vaksin dasar untuk penyakit menular. Maka patut diwaspadai bahwa vaksin Corona hanya akan jadi ajang mencari keuntungan sekaligus produk tawar-menawar politik semata. Maka, inilah saatnya negeri +62 menghentikan kapitalisasi Vaksin Corona. Kita tinggalkan juga sistem ekonomi kapitalis yang memicu kapitalisasi vaksin Corona ini.
Source: Media Indonesia September 06, 2020 16:29 UTC