Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, karena mereka belum mendapat akses ke kota itu dari Kota Khartoum. Menurut Sudanese Media Center, senjata itu terdiri atas 29 senapan Kalashinikov, 6 senapan GM3, 61 handgun, dan amunisi dalam jumlah besar. Retno enggan menyebutkan apa saja kejanggalan kasus penyelundupan di Sudan yang disampaikan kepadanya. Untuk memperoleh akses khusus, Retno sudah mengarahkan Duta Besar Indonesia di Sudan untuk terus melobi Kementerian Luar Negeri Sudan dan UNAMID. "Saya tidak akan menekankan kejanggalan (yang ditemukan) dalam komunikasi nanti, tapi lebih pada akses khusus karena itu yang lebih penting,” ucap Retno.
Source: Koran Tempo January 25, 2017 10:55 UTC