Hal ini sekaligus menjadi keunggulan metode dakwah tersebut dibandingkan dengan dakwah secara langsung (tatap muka) yang hanya mampu menjangkau pendengar atau penonton dalam jumlah yang terbatas. “Dalam perspektif komunikasi massa, para penyedia televisi dakwah berharap pesan-pesan mereka bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kendati demikian, dia menilai, dakwah yang dilakukan secara langsung tetap lebih efektif daripada dakwah yang disiarkan melalui media televisi. Sementara, pada dakwah langsung, yang menjadi penekanannya bukan sekadar pada aspek intelektual penonton, tetapi juga pada aspek afektif (perilaku) mereka. Untuk mengubah sikap atau perilaku penonton, kata Deddy, pemilik satasiun TV dakwah perlu melakukan inovasi dalam mengemas tayangannya.
Source: Republika April 06, 2017 22:07 UTC