Penyidik masih mempelajari rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi untuk mengetahui siapa sebenarnya pelaku. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, mereka berkoordinasi dengan Kepolisian Australia agar gambar kamera tersembunyi yang kurang jernih dapat diatasi. Koordinasi hanya sebatas mengetahui CCTV, bukan minta bantuan secara keseluruhan. "Hanya untuk melihat CCTV yang kabur. Dengan dibuatnya sketsa tersebut, masyarakat juga diminta memberikan informasi dan melapor jika melihat dan mengetahui wajah yang mirip dengan sketsa yang disebar pihak kepolisian.
Source: Jawa Pos August 03, 2017 05:26 UTC