Mereka adalah ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Mereka punya kualitas, jadi kami mau mempersiapkan diri lagi,” kata Praveen dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos. Keberhasilan ke final membuat Praveen mencatat sejarah yang penting dan sangat spesial bagi bulu tangkis Indonesia. Dia adalah pemain putra ganda campuran pertama dalam sejarah Indonesia, yang mencapai puncak All England dengan dua pasangan yang berbeda. Sebelum bersama Melati di edisi tahun ini, Praveen mencapai final dan akhirnya bablas menjadi kampiun saat berpasangan dengan Debby Susanto pada 2016.
Source: Jawa Pos March 15, 2020 00:33 UTC