ANTARA FOTO/Sigid KurniawanTEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah bankir di Tanah Air menyampaikan usulan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pencadangan terhadap Non Performing Loan (NPL) alias kredit bermasalah. Usulan ini disampaikan para bankir saat bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, di hari yang sama. Menurut Airlangga, harmonisasi diperlukan karena para bankir menyebut perbedaan pencadangan kredit macet ini berakibat terhadap pembayaran pajak. Ada bank seperti BRI dengan porsi kredit UMKM 70 persen, tapi ada yang juga Bank dengan spesialisasi nasabah perusahaan. Penyaluran kredit yang didorong oleh Jokowi ini didasarkan pada rasio kredit bermasalah di perbankan saat ini masih relatif rendah.
Source: Koran Tempo September 08, 2021 13:30 UTC