Namun, penugasan ke zona perang yang terus menerus lama kelamaan akan memengaruhi keputusan para pilot untuk menanggalkan seragam militer mereka. WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Angkatan Udara Amerika Serikat kesulitan memenuhi kekurangan 700 orang pilot hingga akhir tahun ini untuk keperluan perang di Irak, Suriah dan Libya. Lebih jauh Deborah menambahkan, kekurangan pilot ini bisa melonjak hingga 1.000 orang dalam beberapa tahun ke depan. "Berbagai maskapai penerbangan diprediksi akan mempekerjakan lebih banyak pilot militer di masa depan," kata dia. Menteri Angkatan Udara Deborah Lee James kepada wartawan, Rabu (10/8/2016) mengatakan, dia berencana memberikan bonus sebesar 35.000 dolar atau sekitar Rp 458 juta setahun untuk para pilot drone agar tetap bekerja di angkatan udara.
Source: Kompas August 11, 2016 11:26 UTC