REUTERS/Kai PfaffenbachTEMPO.CO, Jakarta- Sebuah studi baru menemukan kenapa kasus penggumpalan darah ditemukan di separuh jumlah pasien yang terinfeksi parah Covid-19 di rumah sakit. Dalam keterangan yang dibagikan 2 November 2020, Kanthi dan timnya mengatakan mendapati siklus yang menguat antara peradangan dan penggumpalan darah dalam tubuh pasien Covid-19. "Penggumpalan darah terburuk yang pernah kami lihat," kata Kanthi, "Kami telah menemukan sebuah mekanisme baru bagaimana pasien dengan infeksi Covid-19 mungkin mengembangkan penggumpalan darah dalam tubuhnya." Tim ke depan meneliti apakah pasien parah Covid-19 akan lebih baik diobati dengan cara disumbat produksi antibodinya itu. Sebagai tambahan, temuan ini juga membawa pertanyaan baru seputar penggunaan donor plasma darah (plasma konvalesen) dari pasien yang sudah sembuh untuk mengobati pasien parah Covid-19.
Source: Koran Tempo November 05, 2020 13:18 UTC