AP/Oliver CarterTEMPO.CO, Sydney- Informasi mengerikan tentang praktek kekerasan seksual di sekolah militer Australia terungkap setelah Komisi Respon Kelembagaan untuk Pelecehan Seksual terhadap Anak (RCIRCSA) menemukan taruna (calon tentara) telah dipaksa untuk saling melecehkan, saling memperkosa. Pangeran yang dijuluki Kapten Wales itu akan mengakhiri karier militernya yang telah berlangsung selama 10 tahun terakhir, pada Juni mendatang. RCIRCSA telah menerima tidak kurang dari 111 laporan tentang insiden pelecehan seksual yang dilakukan terhadap taruna angkatan laut dengan rata-rata usia 15 tahun pada tahun 1960 sampai 1980-an. Seperti dilansir dari RT.com, dua lembaga dilaporkan menyumbang lebih dari 50 kasus dari 111 yang tercatat - HMAS Leeuwin, di Australia Barat, dan satu sekolah magang tentara di Balcombe, Victoria. "Yang selamat memberikan bukti bahwa mereka menjadi korban pelecehan seksual serius, termasuk cumbuan pada alat kelamin, masturbasi, oral seks, dan penetrasi anal oleh penis atau benda lain," ujar Stewart.
Source: Koran Tempo June 22, 2016 23:48 UTC