Hanya saja, angka kematian masih tinggi yakni rata-rata di angka 1.500 jiwa tiap hari. “Kami rekan seangkatan kehilangan, universitas kehilangan alumni-alumni terbaiknya, Indonesia kehilangan dokter-dokter terbaiknya, apakah hal ini akan terus terjadi. Dia menyebut saat ini jumlah kasus baru sudah menurun, BOR untuk ruang isolasi sudah mulai nenurun, tetapi BOR ICU masih tinggi. Hal itu memicu tingginya angka kematian. “BOR ICU masih banyak kasus-kasus yang memang dalam kondisi berat dan hanya tergantung pada ventilator,” jelasnya.
Source: Jawa Pos August 09, 2021 05:26 UTC