Untuk itu masyarakat, terutama yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan (nakes) didorong untuk melakukan pengetesan (testing) untuk mengetahui kepastian terinfeksi virus ini sejak awal dan segera mendapatkan penanganan. Kepala Sub Bidang Tracking Satgas Covid-19 Kusmedi Priharto menjelaskan, virus ini tergolong baru dan perkembangannya tidak diketahui. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat atau profesi yang berisiko tinggi seperti dokter atau paramedis supaya lebih sering menjalani testing virus ini. Selain itu, ia meminta masyarakat yang merasakan tidak enak badan bisa datang ke fasilitas kesehatan (faskes) kemudian mendapatkan pengarahan menjalani testing untuk mengetahui terinfeksi Covid-19. Kemudian kalau ternyata harus menjalani testing dan hasilnya positif maka orang terinfeksi virus ini harus dikarantina.
Source: Republika November 25, 2020 03:45 UTC