Selama ini kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD dan melakukan PSN kurang. Idong menuturkan, selama ini RSUD maupun puskesmas di Sidoarjo terus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Jadi, ketika ada pasien yang suspect DBD, puskesmas harus melakukan observasi terhadap pasien. ”Kalau ada pasien suspect DBD, puskesmas atau RSUD langsung melakukan observasi. Sebab, trombosit pasien DBD cepat naik turun,” ujarnya.
Source: Jawa Pos April 06, 2017 06:11 UTC