TEMPO/SubektiTEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Handi Risza Idris mengatakan kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi belum efektif menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Akibatnya, neraca dagang harus terus mengalami defisit sehingga menyebabkan melebarnya defisit transaksi berjalan dan berdampak pada pelemahan rupiah. Adapun merujuk Kurs Referensi Jakarta Interbank Dollar Spot (JISDOR) nilai tukar rupiah tercatat ke level Rp 15.221 per dolar AS. Selain itu, Handi juga mengatakan untuk menahan pelemahan rupiah, pemerintah juga perlu memikirkan opsi untuk mengurangi subsidi atau menaikkan harga bahan-bakar minyak (BBM). Menurut Handi, keputusan pemerintah untuk menetapkan mengubah asumsi makro nilai tukar rupiah Rp 15.000 per dolar AS pada 2019 adalah salah satu buktinya.
Source: Koran Tempo October 20, 2018 23:03 UTC