Akhirnya yang terjadi, qari dari suatu kafilah berkompetisi dengan qari dari provinsi yang sama namun mewakili provinsi yang berbeda. Kafilah dari suatu provinsi membajak qari dari provinsi lain, misalnya ranking dua atau tiga di provinsi lain tersebut. Karena itulah, kata Rosiady, panitia MTQN XXVI melakukan verifikasi yang ketat kepada seluruh qari yang akan berkompetisi dalam MTQN XXVI tersebut. Ketua Panitia MTQ Nasional XXVI H Rosiady Susaenie Sayuti PhD. Jangan sampai terjadi acara yang sakral seperti ini, tapi ada kafilah yang menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan,” tutur Rosiady yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.
Source: Republika July 22, 2016 04:41 UTC