Xinhua, seperti dikutip Agence France-Presse, melaporkan bahwa Xi berencana menandatangani proyek pelabuhan senilai USD 1,3 miliar atau setara Rp 17,7 triliun di Kyaukphyu, Rakhine. Xi juga akan menandatangani beberapa proyek lainnya yang berhubungan dengan Belt and Road Initiative (BRI) alias jalur sutra modern Tiongkok. ”Tiongkok mendukung Myanmar dalam menjaga hak-hak kedaulatan, kepentingan, legitimasi, dan martabat nasionalnya,” ujar Xi di halaman editorial harian milik pemerintah Myanmar. Direktur Program Tiongkok di Stimson Center Yun Sun mengungkapkan bahwa sejak menjadi presiden, Xi sudah berkunjung ke hampir semua negara ASEAN. ”Lawatan ini tidak akan terjadi jika Tiongkok tidak yakin bahwa hubungan bilateral akan menuju arah yang positif,” ujar Yun Sun.
Source: Jawa Pos January 18, 2020 08:31 UTC