REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Freeport Indonesia menilai proyek hilirisasi yaitu pabrik pemurnian (smelter) tembaga merupakan proyek yang tidak ekonomis. Baca Juga Pengusaha Hotel Kejar Peningkatan Okupansi di Hari KerjaTony menjelaskan, proyek smelter butuh investasi sebesar 3 miliar dolar AS dengan kapasitas 1 juta ton. Tambahkan saja sama investasi smleter 3 miliar dolar AS jadi 10 miliar dolar AS," ujar Tony dalam sebuah diskusi akhir pekan ini. Namun, PTFI tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan proyek smelter tersebut sesuai dengan ketentuan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI. Hingga Juli 2020, PTFI telah menggelontorkan dana investasi pembangunan smelter tersebut hingga 290 juta dolar AS.
Source: Republika September 06, 2020 10:30 UTC