REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran menuduh Presiden Trump membuat "pernyataan palsu" tentang diplomasi antar negara yang menghasilkan beberapa kapal untuk transit dengan aman di Selat Hormuz. Trump mengatakan Iran telah memberikan "hadiah" pada minggu ini dengan mengizinkan "delapan kapal besar berisi minyak" untuk transit di selat tersebut. Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. "Upaya kapal-kapal ini untuk menyeberang terjadi sebagai akibat dari kebohongan (Presiden AS Donald) Trump tentang pembukaan Selat Hormuz. Kapal-kapal yang mencoba melintasi selat itu ditolak setelah diperingatkan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi."
Source: Republika March 28, 2026 04:00 UTC